Laman

Kamis, 07 April 2011

Seri Satwa Asli Petungkriyono (Burung Julang Emas)

Julang emas(Aceros undulatus)


Julang emas yang memiliki nama latin Aceros undulatus ini merupakan salah satu jenis burung rangkong yang ditemukan di wilayah Petungkriyono.
 Julang emas mempunyai ukuran tubuh yang besar (100 cm), ekor berwarna putih. Bagian punggung, sayap dan perut berwarna hitam, kaki tegap dan kuat berwarna hitam. Jantan; kepala berwarna krem, bulu halus berwarna kemerahan atau merah bata pada tengkuk, kantung leher kuning tidak berbulu dan membentuk gelambir dengan strip hitam yang khas. Betina; kepala berwarna krem bulu halus berwarna hitam terbentuk dari tengkuk, kantung leher biru tidak berbulu. Umumnya burung jantan memiliki ukuran tubuh lebih besar dari burung betina. 

Jenis kelamin Rangkong yang telah dewasa dapat diketahui berdasarkan perbedaan warna balung atau cula, warna sayap, paruh dan mata. Sering mengeluarkan suara “ku-guk” diulang-ulang, pendek dan parau. Dari kejauhan, burung ini dapat dikenali melalui suara yang parau lantang. Burung dengan ukuran tubuh yang sangat besar, dengan suara yang keras. Kelompok burung Rangkong (Bucerotidae) merupakan salah satu jenis burung yang bersifat arboreal. 
Burung ini memiliki penyebaran global yaitu di india timur, cina barat daya, asia tenggara , semenanjung asia, malaysia , kalimantan, sumtra, jawa dan bali. Julang emas memiliki kebiasaan terbang berpasangan atau dalam kelompok kecil di atas hutan , dengan kepakan sayap yang berat, apabila terbang rendah terdengar kepakan sayap”wut…wut…wut…”
 Burung Rangkong termasuk hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar No. 226 tahun 1931, UU No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang dipertegas dengan SK Menteri Kehutanan No. 301/Kpts-II/1991 tentang Inventarisasi Satwa yang dilindungi UU dan No. 882/Kpts-II/1992 tentang Penetapan Tambahan Beberapa Jenis Satwa yang dilindungi UU.
Burung rangkong merupakan pemakan segala (omnivora), beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis rangkong ini juga sebagai pemakan buah (frugivora) dan sangat menggemari buah Ara (Ficus sp.). Kelompok burung Rangkong (Bucerotidae) yang tergolong satwa pemakan buah, berperan dalam penyebaran biji di hutan. Biji-biji tersebar melalui kotorannya karena sistem pencernaan Rangkong tidak merusak biji buah. Selain itu, pergerakan Rangkong keluar dari pohon penghasil buah membantu menyebarkan biji dan meregenerasi hutan secara alamiah. Burung julang emas (A. undulatus) atau yang lebih dikenal dengan enggang/rangkong (cicem keureunda),  merupakan salah satu jenis rangkong yang dilindungi karena jumlahnya yang sudah sangat sedikit (status: Least Concern/LC).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar